|
|
Bencana Alam Banjir dan Tanah Longor
di Kabupaten Minahasa dan Minahasa Tenggara
Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Utara belakangan ini, mengakibatkan bencana alam banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sulawesi Utara. Informasi yang diperoleh dari Satkorlak Bencana Alam Propinsi Sulawesi Utara menyebutkan bencana alam yang terjadi Rabu dini hari (25/7) menyebabkan dua kecamatan di Kabupaten Minahasa yakni di Kecamatan Kakas dan Kecamatan Langowan yaitu desa Simbel, Wailan, korban meninggal 3 orang, luka berat 8 orang, luka ringan 3 orang, rumah yang rusak 5 buah. Sedangkan di Kecamatan Langowan di Desa Atep, Palamba, Rumbia, Temboan dengan kerusakan; 30 kubur hanyut di Desa Atep, 1 rumah rusak di Desa Palamba, sebagian besar rumah tergenang air setinggi 1 meterdi desa Desa Rumbia sedangkan di Desa Temboan I bagunan gereja GMIM rusak.
Sedangkan di Kabupaten Minahasa Tenggara Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor terjadi di beberapa tempat yaitu Kecamatan Touluaan, Tombatu, Ratahan, Belang, Ratatotok, dan Posumaen. Akibat bencana alam banjir dan tanah longsor, berbagai sarana dan prasarana mengalami kerusakan cukup parah antara lain jalan, gedung sekolah, tanggul sungai, pipa air bersih, kerusakan, areal perkebunan cengkeh, sawah dan rumah penduduk, bahkan di Desa Wioi mengakibatkan 1 orang hilang dan diketemukan pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2007 dalam keadaan tidak bernyawa.
Secara keseluruhan akibat bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Minahasa dan Minahasa Tenggara tersebut mempengaruhi lalu lintas dan transportasi sebagai sarana penghubung antar desa, kecamatan dan kabupaten. Juga aktifitas proses belajar mengajar serta siklus perekonomian masyarakat terganggu. Kondisi kesehatan masyarakat termasuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat juga mengalami gangguan dan untuk menanggulangi bencana alam ini pemerintah di dua Kabupaten ini dan Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara telah melakukan peninjauan di lokasi bencana dan melakukan tanggap darurat.
Sangihe Menangis
Sejak tanggal 9 s.d. 11 Januari 2007 di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara telah terjadi musibah bencana alam; banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa dan kerusakan material berupa rumah-rumah penduduk, jalan, jembatan, talud-talud pengaman (tebing dan sungai), gedung ibadah, areal perkebunan, sarana telekomunikasi, kelistrikan, sarana air bersih serta fasilitas umum lainnya.
Data jumlah kerusakan material dan korban jiwa :
| Kecamatan Nusa Tabukan (9 Januari 2007) : |
| |
- 4 (empat) buah rumah penduduk rusak total tertimbun tanah
- 3 (tiga) buah rumah penduduk rusak ringan
- Tidak ada korban jiwa
- Jumlah penduduk mengungsi 75 KK/425 jiwa. |
| Kampung Nanedakele Dusun III Paruruang |
| |
- 6 (enam) buah rumah penduduk rusak berat tertimbun tanah
- 4 (empat) buah rumah penduduk rusak ringan
- 1 (satu) buah rumah ibadah (mesjid) rusak ringan
- Tidak ada korban jiwa
- Jumlah penduduk mengungsi 62 KK/315 jiwa.
Kerugian material diperkirakan Rp. 500.000.000,00 |
| Kecamatan Tabukan Utara (11 Januari 2007) |
| |
Kampung Raku
- 4 (empat) rumah hanyut
- Jumlah penduduk mengungsi 46 KK/191 jiwa (Posko Naha)
- Kerugian sementara dihitung
Kampung Utaurano
- 50 rumah rusak berat
- Kerugian sementara dihitung
Kampung Pusunge
- 15 rumah rusak berat
- Kerugian sementara dihitung
Kampung Moade
- 1 (satu) rumah rusak berat
- 8 (delapan) rumah rusak ringan
- 1 (satu) orang dirawat
- Kerugian sementara dihitung. |
| Kecamatan Tahuna Timur (11 Januari 2007) : |
| |
Kelurahan Dumuhung
- 21 rumah rusak total (hilang)
- 8 (delapan) orang meninggal
- 4 (empat) orang hilang
- 9 (sembilan) orang dirawat
- Kerugian sementara dihitung. |
| Kecamatan Tahuna (11 Januari 2007) : |
| |
Kelurahan Soataloara I
- 15 rumah rusak total tertimbun tanah
- 4 (empat) orang meninggal
- 14 orang hilang
- Jumlah penduduk mengungsi 150 KK/754 jiwa
- Kerugian sementara dihitung.
Kelurahan Mahena
- 20 buah rumah penduduk rusak total tertimbun tanah
- 3 (tiga) orang meninggal
- 1 (satu) orang hilang
- 2 (dua) orang dirawat
- Jumlah penduduk mengungsi 4 KK/15 jiwa
- Kerugian sementara dihitung.
Kelurahan Santiago
- 19 rumah penduduk hanyut
- 10 rumah rusak berat
- Jumlah penduduk mengungsi 25 KK/117 jiwa
- Kerugian sementara dihitung |
| Fasilitas Umum antara lain : |
| 1. |
Jembatan/Jalan |
| |
- Poros Jalan Strategis Nasional |
| |
- Tahuna – Enemawira
- Tahuna – Kendahe
- Kendahe – Enemawira
- Makaampo – Tatehe
- Jalan Larenggam
- Jalan Tidore
- Jembatan Mala
- Jembatan Malebur
- Jembatan Akembuala
|
| |
- Poros Jalan Provinsi |
| |
|
| |
- Poros Jalan Kabupaten |
| |
- Naha – Utaurano
- Sp. Mahena – Lenganeng
- Sp. Apengsembeka – Sp. Mahena
- Sp. Akembuala – Sp. Mahena
- Jembatan Salamisi (Mahena)
|
| |
- Jalan Desa |
| |
- Jalan Dumuhung
- Jalan Mangampang
- Jalan Utaurano
- Jalan Moade
|
| 2. |
Telekomunikasi
Kerusakan Kantor PT. Telkom termasuk peralatan dan jaringan |
| 3. |
Kelistrikan Kerusakan jaringan listrik |
| 4. |
Air Bersih Kerusakan saluran distribusi air bersih |
| 5. |
Rumah Ibadah 1 (satu) mesjid dan 1 (satu gereja) |
| 6. |
Kantor
Kantor KPUD |
Lahan Pertanian
Kerugian yang diakibatkan tanah longsor dengan dampak rusaknya areal-areal perkubunan rakyat yang ada di daerah perbukitan dan lereng sedang dilakukan identifikasi/ inventarisasi.
Sementara ini tindakan penanggulangan darurat yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah antara lain : |
| 1. |
Mengevakuasi masyarakat Paruruang (62 KK/315 jiwa) ke dusun Tinakareng dan ditempatkan di gedung Sekolah Dasar, rumah ibadah, puskesmas pembantu dan tenda-tenda. Khusus masyarakat Paruruang sedang dipertimbangkan/dikaji rencana relokasi mengingat lahan fisik desa dengan kondisi topografi berbentuk lereng yang curam sangat tidak memungkinkan untuk dipertahankan sebagai areal permukiman yang aman. Demikian pula masyarakat di Kecamatan Tabukan Utara, Tahuna Timur dan Tahuna juga dilakukan evakuasi ke tempat-tempat yang aman. |
| 2. |
Penyaluran bantuan logistik dan pelayanan kesehatan. |
| 3. |
Pengumpulan bantuan dari masyarakat berupa pakaian bekas yang layak pakai, bantuan Korpri dan masyarakat simpatisan dalam dan luar daerah. |
| 4. |
Memfasilitasi pemakaman korban bencana. |
| 5. |
Terus melakukan upaya pencarian para korban dan mengidentifikasi daerah-daerah yang dianggap rawan.
|
| 6. |
Mengaktifkan fungsi dan peran Satlak PB.
No. Telepon Bencana Alam
Kantor : 0432-21087
Simpati : 081356723200
Mentari : 081523877222
|
| |
|
|
|
|